Blog
founder storymissionbehind the scenes

Mengapa Kami Membangun Nafs: Kisah di Balik Aplikasi

Kisah pendiri Nafs — bagaimana seorang Muslim dan temannya yang non-Muslim mengubah percakapan kopi tentang screen time menjadi aplikasi untuk umat.

N

Tim Nafs

· 6 min read

Percakapan di Warung Kopi

Dimulai, seperti banyak hal baik, dengan percakapan jujur.

Dua teman. Satu Muslim, satu tidak. Keduanya berjuang dengan hal yang sama: perasaan bahwa ponsel mereka mencuri hidup mereka, satu scroll demi satu scroll.

“Saya cek screen time minggu lalu,” kata salah satu dari kami. “Tujuh jam sehari. Tujuh. Saya bahkan tidak bisa membaca Al-Quran lima belas menit tanpa mengecek ponsel.”

Yang lain tertawa — bukan karena lucu, tapi karena sangat relate. “Saya hapus TikTok tiga kali bulan ini. Install ulang setiap kali.”

Kami duduk dengan itu sebentar. Lalu muncul pertanyaan:

“Bagaimana kalau kamu hanya bisa scroll setelah shalat?”

Wawasan

Pertanyaan sederhana itu mengandung benih dari semua yang akan menjadi Nafs.

Saran umum untuk kecanduan ponsel: hapus aplikasinya, gunakan kemauan keras, berhenti total. Tapi kita semua tahu itu tidak berhasil — tidak untuk jangka panjang. Aplikasi dirancang untuk membuat ketagihan. Kamu melawan pasukan insinyur perhatian hanya dengan niat baik.

Bagaimana kalau, alih-alih melawan keinginan menggunakan ponsel, kamu mengalihkannya? Bagaimana kalau setiap menit ibadah menghasilkan satu menit screen time?

Substitusi, bukan pengurangan.

Kurs pertukaran 1:1 — 1 menit ibadah untuk 1 menit scrolling — membuat pertukaran terasa adil. Kamu tidak dihukum. Kamu diberi hadiah karena memilih ibadah lebih dulu.

Mengapa Muslim dan Non-Muslim?

Orang selalu bertanya tentang ini. Ini tidak biasa, dan kami merangkulnya.

Memiliki co-founder non-Muslim adalah salah satu kekuatan terbesar kami. Setiap fitur, setiap kata, setiap keputusan desain dipertanyakan dari dua perspektif:

  • Apakah ini autentik? Co-founder Muslim memastikan setiap dzikir terverifikasi, setiap ayat Al-Quran disajikan dengan benar, setiap konsep Islam dihormati.
  • Apakah ini mudah diakses? Co-founder non-Muslim bertanya seperti yang akan ditanyakan pengguna baru. Apa itu “tasbih”? Mengapa ini penting? Bagaimana saya menjelaskan ini kepada seseorang yang belum pernah mencobanya?

Hasilnya adalah aplikasi yang terasa sangat Islami tanpa eksklusif. Hangat tanpa menggurui. Spiritual tanpa kaku.

Apa yang Bukan Nafs

Mari kita jelas tentang apa yang tidak kami bangun:

Kami tidak membangun aplikasi gamifikasi. Mendapatkan hasanat tidak dimaksudkan untuk mereduksi ibadah menjadi permainan. Ini adalah sistem insentif lembut yang membuat yang abstrak (pahala spiritual) terasa konkret (screen time).

Kami tidak membangun aplikasi Muslim generik lainnya. Tidak ada menara. Tidak ada clip art bulan sabit. Tidak ada “estetika Islam template Canva.” Nafs terlihat dan terasa seperti aplikasi modern dan premium — karena Muslim layak mendapat kualitas desain yang sama seperti siapa pun.

Kami tidak membangun mesin rasa bersalah. Nafs tidak pernah mempermalukanmu. Emergency unlock selalu tersedia. Kami melacak kemajuanmu, bukan kegagalanmu. Ini tentang kasih sayang, bukan penghakiman.

Kami bukan aplikasi screen time yang kebetulan Islami. Dan kami bukan aplikasi Islam yang kebetulan punya fitur screen time. Kami adalah perpaduan keduanya — dan keajaiban terjadi di persimpangan itu.

Nama

“Nafs” dalam bahasa Arab merujuk pada diri, jiwa, ego. Dalam Al-Quran, perjuangan nafs adalah inti pengalaman manusia. Setiap orang memiliki nafs yang menariknya ke arah gangguan, keinginan, dan kelalaian. Dan setiap orang memiliki kapasitas untuk mengarahkan ulang nafsnya menuju kebaikan.

Kami tidak menginginkan nama yang terdengar seperti startup teknologi. Kami menginginkan nama yang terdengar seperti percakapan tentang hal-hal yang penting. “Nafs” terasa tepat sejak pertama kali kami mengucapkannya.

Selanjutnya

Nafs sekarang tersedia di iOS dan Android. Orang-orang memberi tahu kami bahwa ini adalah aplikasi pertama yang benar-benar mengubah kebiasaan ponsel mereka — bukan dengan mempermalukan, tapi dengan memberikan sesuatu yang lebih baik.

Jika ini menyentuh hatimu, download Nafs. Beritahu teman-temanmu. Bagikan di grup chat dan komunitas masjidmu.

Ini bukan sekadar aplikasi. Ini gerakan. Muslim memilih ibadah daripada scrolling. Memilih kehadiran daripada gangguan. Memilih akhirat daripada algoritma.

Lebih banyak ibadah. Lebih sedikit scroll.

Dibangun dengan cinta dan takwa.

Want to replace scrolling with ibadah?

1 minute of worship = 1 minute of screen time. Fair exchange.

Download Nafs